Air France Wajibkan Awak Kabin Rute Tehran Pakai Jilbab, Serikat Pekerja Marah Besar

    Manajemen Air France dan serikat pekerja maskapai itu bersitegang gara-gara peraturan manejemen untuk awak kabin perempuan memakai jilbab untuk penerbangan rute Tehran Iran, 18 Maret mendatang.

    Seperti dikutip nytimes.com, Rabu (6/4/2016) serikat pekerja menyatakan, manajemen memaksakan kehendak. Itu tidak sesuai dengan hati nurani awak kabin yang terbiasa dengan budaya Eropa dan Prancis.

    Sebenarnya, manajemen sudah menjelaskan bahwa pemilihan busana khusus rute Tehran adalah bentuk menghormati konstriusi di negeri itu. Tidak ada hubungannya dengan sentimen sekulerisme maupun isu berkait dengan agama apapun.

    Serikat pekerja bahkan mengancam seluruh awak kabin rute Tehran akan mogok kerja jika kebijakan itu dipaksakan. Menurut mereka, Prancis adalah negara demokrasi yang tidak bisa dipaksakan.

    Pengamat penerbangan menyatakan, penolakan serikat pekerja sejatinya tak lepas dari rasa duka akibat bom Paris dan Brussels belum lama ini. Diakui atau tidak, isu mengenai Islam menjadi lebih sensitif di Eropa. Meskipun terorisme tidak ada hubungannya dengan agama apapun namun pemahaman warga yang sempit mengenai busana Timur Tengah ataupun di Iran tetap mengingatkan mereka pada tradisi muslim.

    Untuk meredakan ketegangan tersebut akhirnya maskapai  mengoreksi memo penggunaan jilbab bersifat sukarela. Artinya manajemen mengimbau awak kabin menghormati Iran namun tidak akan memaksakan awak kabin memakai jilbab.

    LEAVE A REPLY

    Please enter your comment!
    Please enter your name here

    This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.