Ternyata Ini Penyebab Penerbangan di Surabaya Belakangan Sering Tertunda

Penerbangan di kawasan Surabaya yang belakangan sering tertunda, ternyata sengaja dilakukan untuk menghindari terjadinya insiden penerbangan akibat cuaca yang ekstrem.

Selain penundaan jadwal, pendaratan beberapa pesawat terpaksa dialihkan ke Bali. Contohnya, akhir pekan lalu. Pesawat dari Hong Kong terpaksa divert karena cuaca buruk. Fenomena semacam itu terjadi lebih dari sekali.

Sejumlah maskapai di Bandara Internasional Juanda mengungkapkan, pekan lalu memang banyak terjadi penundaan penerbangan. “Saat itu jarak pandang pilot tidak lebih dari 1 kilometer,” ucap Widianto, salah seorang pegawai maskapai di Bandara Internasional Juanda, seperti dikutip jppn.com, Selasa (10/9/2016).

Ketua Airline Operators Committee (AOC) Soedjoko Dalijo menjelaskan, maskapai penerbangan selalu mengutamakan keselamatan penumpang. Saat kondisi cuaca buruk, awak dan kru pesawat tidak boleh memaksakan diri untuk terbang. “Kami pasti menunggu hingga cuaca dinyatakan aman,” katanya.

Soedjoko yakin masyarakat bisa memaklumi kondisi tersebut. Saat cuaca normal, jadwal penerbangan bisa berlangsung seperti yang direncanakan. Sebaliknya, ketika cuaca ekstrem, penerbangan tidak seperti yang diharapkan. “Kami lebih mengutamakan keselamatan penumpang. Kebijakan itu sangat dipahami semua pihak,” ungkap Soedjoko.

Berdasar data BMKG pada Senin (9/5/2016), kecepatan angin berkisar 5-35 kilometer per jam. Sementara itu, jarak pandang mulai empat hingga sepuluh kilometer per jam. Kondisi tersebut bisa berubah drastis. Karena itu, BMKG terus memantau perkembangan cuaca.

Cuaca dianggap rawan apabila jarak pandang terbatas. Minimal jarak pandang untuk pilot sekitar tiga kilometer. Kurang dari itu, penerbangan pasti dihentikan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.