Elephant, Konsep Baru Calon Pengganti An-124 Condor Rusia

Rusia menerbangkan pesawat kargo raksasa yang dikenal sebagai An-124 Ruslan atau juga disebut sebagai Condor. Masalahnya pesawat ini awalnya dibangun oleh Antonov Ukraina di mana Rusia sedang memiliki hubungan buruk.

Moskow mau tidak mau harus mengembangkan pesawat baru untuk menggantikan An-124 yang dibangun era Soviet tersebut.  Kini Rusia mengungkapkan model terowongan angin pesawat kargo baru yang hendak dibangun yang yang dijuluki sebagai “Elephant” atau “Gajah”.

Perusahaan Antonov, yang terletak di tempat yang sekarang di Ukraina, di mana Rusia memiliki hubungan yang sangat buruk saat ini, awalnya membangun An-124. Anehnya, desain Elephant tampaknya sangat berbeda dari model dan desain art sebelumnya dari Ilyushin Il-106, yang perusahaan itu katakan awal tahun ini sudah dalam pengembangan untuk menggantikan Ruslan.

Desain art Ilyushin Il-106

Central Aerohydrodynamic Institute Rusia (TsAGI) memposting gambar model terowongan angin Elephant pada 5 November 2019.  Perusahaan berharap  akan segera mulai menguji terowongan angin variabel T-106.

Eksperimen, termasuk mengeksplorasi potensi kinerja lepas landas dan pendaratan yang diatur untuk melanjutkan di T-106, serta terowongan angin lain yang dikenal sebagai T-102, pada tahun 2020.

TsAGI mengatakan bahwa model ini siap dikonfigurasi ulang, yang akan memungkinkan mereka untuk menjelajahi berbagai desain hidung, ujung sayap, badan pesawat belakang, engine nacelle, dan konfigurasi peralatan pendaratan. Saat ini pesawat juga tidak memiliki ekor dalam bentuk apa pun, meskipun lembaga itu mengatakan sedang melihat kemungkinan penggunaan ekor vertikal tunggal dengan kemudi dua bagian, seperti yang ditemukan pada An-124.

TsAGI menawarkan beberapa detail tentang kemampuan prospektif Elephant dengan mengatakan bahwa Rusia bertujuan untuk membuat pesawat yang dapat membawa muatan maksimum 180 ton, 60 ton lebih dari An-124. Pesawat akan mampu terbang hingga hampir 4.350 mil dengan kecepatan jelajah di bawah 460 knot. Ruslan memiliki kecepatan jelajah khas antara 430 dan 460 knot dan jangkauan sekitar 4.500 mil dengan muatan di bawah 90 ton.

An-124

TsAGI juga mengatakan bahwa empat mesin turbofan PD-35 diharapkan akan memberi daya pada pesawat ini. Mesin ini adalah turunan dari Aviadvigatel PD-14 yang masih dalam pengembangan dan berasal dari PS-90  pada keluarga pesawat Il-96 dan Tu-204/214 Rusia.

Model, serta spesifikasi yang diproyeksikan TsAGI untuk Elephant secara keseluruhan sangat mengingatkan pada bentuk-An 124. Editor Pertahanan AviationWeek menunjukkan bahwa pesawat juga memiliki kesamaan eksternal dengan pesawat kargo berat C-5 Galaxy Amerika yang dibangun Lockheed Martin.

Pesawat juga merupakan desain yang berbeda secara visual dari model konsep dan desain art Il-106, yang sebelumnya telah muncul ke publik dan disebut sebagai pengganti An-124. Tidak jelas, apakah ini konsep pengganti atau dua konsep memang sedang sama-sama dikembangkan.

Facebook Comments