Gadis Pencuci Mobil Itu Adalah Pilot Tester Airbus Termuda

Gadis Pencuci Mobil Itu Adalah Pilot Tester Airbus Termuda Isabelle de Montet Guerin
Gadis Pencuci Mobil Itu Adalah Pilot Tester Airbus TermudaIsabelle de Montet Guerin

Perjalanan hidup tak bisa disangka. Itulah kisah Isabelle de Montet Guerin. Gadis Inggris 32 tahun ini menjadi pilot tester pesawat Airbus termuda dalam sejarah.

Tugasnya tidak main-main. Ia harus mencoba semua unit Airbus yang barus saja selesai produksi. Ia mencoba rem roda, semua sistem komunikasi di kokpit, hingga menerbangkannya. Semua dilakukan dengan sangat cermat dan hati-hati.

Kisah hebat Isabelle ini bermula ketika ia mendaftar di sekolah penerbangan Kerajaan Inggris. Setelah mengikuti berbagai tahapan proses, ia diterima. Sebenarnya di sekolah ia bukanlah perempuan satu-satunya. Namun ia termasuk termuda dari penerbang perempuan yang jumlahnya sangat sedikit di sekolah bergengsi itu.

Setelah lulus, bakat dan kemampuannya terus terasah. Ia pun dipercaya menjadi co pilot dan selanjutnya menjadi pilot di British Airways. Di usia yang masih sangat muda, jam terbang Issabela terus bertambah dan hasilnya ia bertahan hingga sepuluh tahun di maskapai terkenal itu.

Pengalaman Issabela ternyata membawanya bergabung dengan Airbus sejak tiga tahun lalu. Pabrikan pesawat yang berpusat di Toulouse, Prancis itu menjadikannya pilot senior untuk mencoba pesawat Airbus.

Dari Toulouse, Prancis, Issabelle kemduian dipindahkan ke Hamburg, Jerman. Di kota ini ia memulai pekerjaannya sejak pukul 07.00 pagi. Dalam sehari, rata-rata ia terbang dua kali. Ia kemudian membuat laporan mengenai kinerja semua sistem di pesawat. Mulai dari panel kokpit, sistem rem, mesin dan semua yang berhubungan dengan keselamatan penerbangan. Dari hasil evaluasi ini, Airbus menentukan pesawat tersebut layak terbang atau tidak.

Mengenai pekerjaanya, Issabelle mengaku sangat bahagia. Apalagi baginya, terbang dan berada di kokpit pesawat adalah takdir dan cita cita yang harus dijalani dan akan tetap menjadi pekerjaanmnya selama dia mampu.
Jadi tukang cuci mobil

Bakat Issabelle ini tak lepas dari pengalaman hidupnya sejak kecil. Hidup bersama ayah seorang Angkatan Udara membuatnya sangat akrab dengan dunia penerbangan. Ia sering dibawa sang ayah berjalan jalan ke museum penerbangan hingga melihat dari dekat bagaimana proses penerbangan di lingkup Angkatan Udara.

Keadaan berubah ketika sang Ayah meninggal. Issabelle yang saat itu berusia 12 tahun dan sang ibu harus menjalani kehidupan yang sangat sederhana. Namun hasrat Issabelle di dunia penerbangan tak pernah padam.

Keinginannya untuk menjadi pilot sangat besar. Hingga akhirnya sang ibu merestuinya masuk sekolah penerbangan. Namun syaratnya Issabelle harus mencari uang sendiri untuk membiayai pendidikan.

Issabelle pun melakukan apa saja yang bisa dilakukan. Semua pekerjaan ia jalani termasuk menjadi pencuci mobil dan kerja paruh waktu lainnya. Tujuannya hanya satu, mengumpulkan uang.

Singkat kata, setelah masuk di sekolah penerbangan, Issabelle menjadi salah satu siswa berprestasi. Ia bahkan mendapat beasiswa untuk mendapat lisensi pilot. Dari sini kemudian kariernya menanjak hingga menjadi Pilot tester perempuan termuda yang dimiliki Airbus.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.