Hari Ini 34 Tahun Lalu Challenger Meledak dan Menjadi Titik Balik NASA

Pada 28 Januari 1986 pagi, tujuh anggota awak tewas ketika pesawat ulang-alik Challenger meldak satu menit lebih sedikit setelah diluncurkan. Mereka yang tewas termasuk lima astronot NASA, satu spesialis muatan, dan seorang guru sekolah sipil.

Misi ini adalah yang ke-10 bagi Challenger, tetapi pesawat ulang-alik itu mengalami kerusakan mesin karena cacat desain pada seal-nya. Sambungan di salah satu penguat roket gagal saat lepas landas dan tangki bahan bakar eksternal runtuh hingga menyebabkan hancurnya kendaraan.

Challenger adalah pesawat ulang-alik kedua untuk mencapai ruang angkasa, yang dioperasionalkan pertama kali pada bulan April 1983.  Pesawat ini juga mengirim astronot Afrika-Amerika pertama ke luar angkasa, menyelesaikan penangkapan satelit pertama dan melakukan perbaikan dalam penerbagan serta meluncurkan wanita Amerika pertama di luar angkasa .

Bencana itu menandai titik balik bagi NASA. Penyelidikan setelah ledakan menemukan bahwa banyak insinyur dan astronot percaya bahwa NASA mendorong program-programnya dengan kecepatan sangat tinggi, tanpa dana atau pengujian yang memadai. NASA kemudian lebih banyak pemeriksaan internal dan proses setelah kejadian untuk mencegah tragedi serupa.

Badan antariksa itu juga berhenti mengirim warga sipil ke misi pesawat ulang-alik yang berpotensi berbahaya.

Foto-foto ini mengungkapkan banyak misi Challenger dan akhir yang tragis.

NASA meluncurkan Challenger kepada publik di Ellington Air Force Base di Texas pada 6 Juli 1982.

Challenger di atas Boeing 747 yang membawanya

Challenger diberi nama sesuai dengan kapal HMS Challenger Inggris, yang memimpin Ekspedisi Challenger: perjalanan penelitian kelautan inovatif dari tahun 1872 hingga 1876.

Misi pertama Challenger, yang disebut STS-6, diluncurkan pada 6 April 1983. Setelah penerbangan pertama itu, Challenger terbang 85% dari semua misi luar angkasa selama masa hidupnya.

Challenger selama pengujian pengujian di Kennedy Space Center NASA, 8 Desember 1982.

Challenger saat terbang di ruang angkasa selama misi STS-7 pada 22 Juni 1983.

Gambar ini diambil oleh satelit tak berawak yang melayang di atas pesawat ruang angkasa.

Sally Ride menjadi wanita Amerika pertama di luar angkasa di atas Challenger pada tahun 1983.

Ride memonitor panel kontrol dari kursi pilot di STS-7 pada 25 Juni 1983

 

Guy Bluford menjadi astronot Afrika-Amerika pertama di luar angkasa ketika ia terbang pada misi STS-8 Challenger pada Agustus 1983.

Guy Bluford

Astronot Bruce McCandless menjadi orang pertama yang terbang di ruang angkasa tanpa terkoneksi dengan pesawat selama misi Challenger yang disebut STS-41B.

Bruce McCandless

Kru yang meninggal ketika Challenger meledak pada tahun 1986 adalah bagian dari misi STS-51L.

Dari kiri ke kanan pada foto di atas: guru di ruang angkasa Christa McAuliffe, astronot Gregory Jarvis dan Judith Resnik, komandan misi Dick Scobee, astronot Ronald McNair, pilot Mike Smith, dan astronot Ellison Onizuka.

Pada 28 Januari 1986, pesawat ulang-alik Challenger meledak 73 detik setelah lepas landas untuk misi ke-10.

Sisa-sisa Challenger dikumpulkan dan diabadikan dalam pensiunan silo rudal Minuteman di Stasiun Angkatan Udara Cape Canaveral di Florida pada tahun 1986.

Program pesawat ulang-alik NASA berlangsung dari 1981 hingga 2011. Tidak ada astronot yang terbang di pesawat ruang angkasa Amerika sejak saat itu.

Namun, itu mungkin berubah tahun ini, karena NASA telah bekerja dengan SpaceX dan Boeing untuk membangun pesawat ruang angkasa baru yang siap mengirimkan astronot. Bob Behnken dan Doug Hurley akan menjadi yang pertama untuk menerbangkan pesawat ruang angkasa Crew Dragon SpaceX akhir tahun ini.

Foto-foto:NASA

Facebook Comments