Lion Air Rajai Penumpang Domestik, Kuasai 35% Pasar

    Lion Air Rajai Penumpang Domestik, Kuasai 35% Pasar

    Lion Air kembali menjadi maskapai dengan penumpang domestik terbanyak pada 2015 dengan jumlah penumpang yang diangkut mencapai 26,48 juta orang pada 2015, atau 35% dari total penumpang domestik sebanyak 76,62 juta penumpang.

    Dengan capaian tersebut, Lion Air kembali menjadi maskapai dengan pasar penumpang domestik terbesar, mengalahkan pesaing terberat lainnya Garuda Indonesia dengan jumlah penumpang 19,96 juta orang, atau 26% dari total penumpang domestik.

    Meski demikian, Garuda Indonesia menjadi maskapai paling diminati untuk penerbangan internasional dengan pangsa pasar 16,54% atau sebanyak 4,17 juta penumpang dari total penumpang internasional sepanjang 2015.

    Posisi kedua, ditempati Indonesia AirAsia dengan jumlah penumpang sebanyak 3,66 juta orang, atau berkontribusi sebesar 15%, disusul, AirAsia sebanyak 2,41 juta orang.

    Direktur Arista Indonesia Aviation Center (AIAC) Arista Atmadjati mengatakan Lion Air memang masih menjadi pilihan bagi pengguna jasa, terutama penumpang yang menginginkan harga tiket pesawat yang lebih terjangkau. “Lion Air memang masih menjadi pilihan. Konsumen kita kan suka yang murah-murah. Mereka juga ekspansi cukup tinggi tahun lalu. Sayangnya, belum dibarengimanajemen yang memadai,” katanya di Jakarta, Kamis (12/5/2016).

    Dalam tiga tahun terakhir, Arista menilai Lion Air masih sering menimbulkan banyak masalah, terutama terkait pelayanan. Menurutnya, pemerintah perlu segera mencarikan solusi untuk mengatasi persoalan tersebut. Apalagi, Lion Air merupakan maskapai dengan pangsa pasar domestik terbesar di Indonesia.

    Kementerian Perhubungan mencatat Lion Air beserta maskapai Batik Air dan Wings Air berkontribusi sekitar 45% dari total penumpang domestik. “Perlu segera ada perbaikan. Apalagi Indonesia tahun ini memiliki dua goals, menaikkan rating FAA dari kategori 2 ke 1 dan menjadi anggota dewan ICAO. Tidak menutup kemungkinan itu bisa ikut terganggu,” tuturnya.

    Oleh karena itu, Arista berharap pemerintah dapat lebih tegas kepada Lion Air, terutama terkait pelayanan. Dengan demikian, citra industri penerbangan nasional dapat dipandang lebih baik oleh negara asing.

    Konsultan penerbangan CommunicAvia Gerry Soedjatman menilai Garuda menjadi maskapai dengan penumpang internasional terbesar, cukup masuk akal. Pasalnya, Garuda banyak melakukan penyesuaian terhadap rute internasional. “Tahun lalu kan banyak rute internasional Garuda yang berubah-ubah demi mencari pasar yang lebih sesuai. Dengan kata lain, upaya mereka tahun lalu itu telah membuahkan hasil,” kata dia. (SUMBER: Bisnis.com, FOTO: Planespotters.net/@Eduardus Adistira)

    LEAVE A REPLY

    Please enter your comment!
    Please enter your name here

    This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.