Gunung di Alaska Meletus, Pilot Malah Dekatkan Pesawat ke Gunung

Gunung di Alaska Meletus, Pilot Malah Dekatkan Pesawat ke Gunung

Seorang penumpang pesawat menangkap gambar yang menakjubkan meletusnya gunung berapi Aleutian Islands di Alaska yang menyemburkan abu setinggi 20.000 kaki ke udara.

Gambar itu diambil seorang penumpang pada penerbangan Penair dari Belanda Harbor ke Anchorage di Alaska, Minggu (27/3/2016) malam saat pesawat melintas di dekat gunung yang tengah meletus itu.

Penumpang tersebut, seperti dikutip Dailymail.co.uk, mengatakan bahwa dia telah mendengar Volcano Pavlof di Kepulauan Aleutian mulai meletus dan menyemburkan abu. Pada saat yang sama, pilot pesawat yang ditumpanginya itu malah sengaja menerbangkan pesawat lebih dekat ke gunung itu agar penumpang bisa mendapatkan pemandangan yang lebih baik.

Gunung Alaska Erupsi Gunung Alaska Meletus2

Gunung di Alaska Meletus, Pilot Malah Dekatkan Pesawat ke Gunung
Hasil jepretan penumpang Penair yang mengabadikan meletusnya gunung berapi Aleutian Islands di Alaska. (Foto: Dailymail.co.uk)

Manuver¬†pilot ini sebetulnya agak kontroversial. Pasalnya, abu vulkanik sangat berbahaya bagi¬†pesawat. “Abu itu bisa membuat mesin erosi dan panas,” kata Ketua Subkomite Udara Komisi Nasional Keselamatan Transportasi Masruri saat Gunung Kelud meletus pada 2014 lalu.

Mesin baling-baling maupun jet sama-sama rentan terhadap abu vulkanik. Abu yang terbawa udara ketika masuk mesin dalam kecepatan tinggi bakal membuat komponen-komponen mesin terkikis. Abu vulkanik juga membuat mesin lebih cepat panas daripada yang seharusnya. “Tidak perlu waktu lama, mesin bisa meledak,” ujarnya.

Kecelakaan pesawat akibat abu vulkanik pernah terjadi di wilayah udara Indonesia pada 1982. Saat itu pesawat Boeing 747-236B milik maskapai British Airways dari London terbang ke Auckland, Selandia Baru. Di atas Samudra Hindia, pesawat memasuki awan abu vulkanik letusan Gunung Galunggung yang menyebabkan empat mesinnya mati. Abu juga masuk ke dalam kabin pesawat. Untungnya, pilot bisa mendaratkan pesawat secara darurat di bandara Halim Perdanakusuma dan tidak ada korban jiwa dalam insiden itu.

Gunung berapi Aleutian Islands meletus Minggu sore waktu setempat. “Volcano Pavlof, terletak sekitar 600 mil barat daya dari Anchorage, Alaska. Ia meletus pada pada Minggu pukul 16.18,” lapor Badan Survei Geologi AS (USGS) seperti dikutip dari scienceworldreport, Senin (28/3/2016).

Getaran terasa di tanah dan abu vulkanik yang dimuntahkan ke langit sangat tinggi. Penerbangan yang melintasi wilayah tersebut pun sampai mengeluarkan imbauan level Warning dan Red.

Badan ini telah melaporkan bahwa letusan sebelumnya yang terjadi pada 2013 mengirimkan abu hingga ketinggian 27.000 kaki. “Pavlof memiliki diameter sekitar 4,4 mil dan merupakan salah satu gunung berapi yang paling konsisten aktifnya dalam busur Aleutian,” jelas USGS.

Gunung berapi ini tercatat telah meletus 40 kali dalam sejarah, sangat aktif di pulau-pulau Aleutian Alaska. Salah satu letusan paling kuat mengakibatkan abu mencapai setinggi 49.000 kaki. Namun, gunung berapi aktif tidak dekat dengan wilayah habitat sibuk. Pemukiman terdekat Volcano Pavlof adalah di Cold Bay, sekitar 37 mil dari daerah vulkanik.

The Aleutian Arc atau Busur Aleutian terletak di negara bagian Alaska, AS. Sejumlah besar gunung berapi aktif dan tidak aktif yang terbentuk karena subduksi sepanjang Palung Aleutian.

Meskipun tidak ada bahaya yang signifikan akibat erupsi gunung berapi itu, USGS tetap melakukan pemantauan. Sejauh ini belum ada laporan tentang korban akibat letusan gunung berapi Pavlof.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.