ULAH PILOT NEKAT : Terbang Minim Bahan Bakar, Tutup Pintu Pakai Lakban dan Pilot Palsu

Ulah nekat ini jangan pernah ditiru oleh para pilot profesional. Tugas Pilot sangat berat dan harus dipikul dengan penuh rasa tanggungjawab yang tinggi. Berikut ini ulah oknum pilot nekat yang sangat membahayakan penumpang dan tidak seharusnya tidak dilakukan.

Bahan bikir minim, pilih mendarat di bandara yang jauh

Maskapai Thomas Cook di Inggris sempat kebakaran jenggot gara-gara ulah salah satu pilotnya yang tergolong nekat. Si pilot dilaporkan melanjutkan penerbangan untuk mendarat di lokasi yang lebih jauh meski bahan bakar sudah menipis. Ketika itu, ia tengah membawa 235 penumpang dan 7 kru pesawat.

Awalnya, seperti dimuat News.com.au, pilot yang tak disebutkan namanya itu sedang menerbangkan pesawat dengan rute Canary Island, Spanyol menuju ke Newcastle, Inggris. Namun tiba-tiba terjadi kerusakan pada sistem kendali sayap pesawat.

Dalam sebuah laporan, dituliskan bahwa pilot itu seharusnya tetap mendaratkan pesawat di tempat tujuan, Newcastle atau kembali ke Edinburgh sebagai lokasi terdekat, mengingat bahan bakar yang dinilai tak cukup. Namun si pilot malah mengalihkan penerbangan ke Manchester, Inggris yang jaraknya lebih jauh.

Dengan keputusannya itu, pesawat Boeing 757 otomatis harus terbang lebih lama 20 menit dari seharusnya, sementara bahan bakar pesawat yang tersisa hanya sekitar 900 kilogram. Beruntung, pesawat mendarat dengan selamat di Manchester.

Hingga kini, belum diketahui pasti mengapa si pilot berusia 56 tahun itu nekat melanjutkan penerbangan ke lokasi yang lebih jauh. Menurut seorang sumber kepada Mirror.co.uk, saat terbang, pilot sedang diliputi perasaan cemas karena mendapat informasi dirinya akan diturunkan jabatan dan gajinya bakal dipotong.
Tutup pintu pakai lakban

Seorang pilot maskapai penerbangan murah Korea menerima sanksi skors karena terbang dengan pintu pesawat yang rusak. Tidak terima dengan keputusan itu dia membawa kasusnya ke pengadilan yang menambah panjang masalah.

Peristiwa itu terjadi pada Januari tahun lalu saat sang pilot yang disebut dengan nama Cho dalam dokumen pengadilan menyadari tanda peringatan “pintu terbuka” menyala di tengah-tengah penerbangan maskapai Eastar Jet dari Incheon ke Jeju. Dia kemudian meminta salah seorang kru pesawat untuk melakukan pengecekan.

Meskipun setelah dilihat pintu pesawat tertutup, namun lampu peringatan kembali menyala. Karena hal itu Pilot Cho kemudian mengatakan kepada kru tersebut untuk menahan pintu tersebut hingga mereka tiba di Cheongju.

Sebagaimana dilansir The Korea Times, Senin (8/6/2015), pesawat itu kemudian mendarat darurat di Bandara Cheongju namun alih-alih mengikuti prosedur keselamatan, sang pilot malah menerbangkan pesawatnya ke Jeju.
Nyamar jadi Pilot, sukses masuk kokpit

Seorang pria pengangguran asal Italia nekat untuk berpura-pura menjadi pilot profesional, hanya karena ingin menikmati penerbangan dari kokpit pesawat.

Pria 32 tahun yang diketahui memiliki nama lengkap Andrea Sirlo, berpura-pura menjadi pilot profesional dengan memakai tanda pengenal palsu, seragam pilot, lengkap dengan topi dan jasnya.

Penampilannya itu berhasil mengelabui para pilot maskapai Air Dolomiti, yaitu pesawat yang hendak ditumpanginya dengan rute penerbangan, Munich (Jerman) menuju Turin (Italia) pada bulan April lalu. Kedua pilot pesawat tersebut, tidak mengetahui kalau Andrea adalah pilot gadungan.

Ketika pilot gadungan ini berada dalam kokpit pesawat, memang dia tidak menyentuh tombol apapun. Dia hanya duduk di kursi ketiga yang terletak di belakang kursi pilot dan kopilot. Sebenarnya, kursi tersebut diperuntukkan khusus bagi tamu istimewa.

Setelah menerima laporan kejanggalan ini, pihak kepolisian Italia dan detektif terus mengikuti dan menyelidiki pria ini. Akhirnya, Andrea, si pilot gadungan, berhasil ditahan di bandara Caselle, Turin, Italia.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.