SINGAPORE AIRSHOW: Ssst…Ini Pengalaman Pertama Indonesia Buka Paviliun

Pengunjung memadati pameran Singapore Airshow 2016 di Changi, Singapura, Selasa (16/2/2016). (Foto: ANTARA/Sigit Kurniawan)

Tahun ini, Singapore Airshow menghadirkan sebanyak 20 paviliun, lebih banyak dari penyelenggaraan-penyelenggaraan sebelumnya. Dari 20 pengisi paviliun itu, hanya Indonesia dan Filipina yang baru pertama kali terlibat dalam Singapore Airshow yang telah digelar untuk kelima kalinya ini.

Di paviliun Indonesia, pengunjung dapat melihat model-model pesawat buatan PT Dirgantara Indonesia (PT DI), seperti CN235, CN295, serta yang terbaru adalah N219. Bahkan, PT DI juga menghadirkan cockpit demonstrator untuk pesawat N219 yang penerbangan perdananya dijadwalkan pada tahun ini juga.

Singapore Airshow tahun ini resmi dibuka Selasa (16/2/2016) oleh Menteri Koordinator Infrastruktur Singapura, Khaw Boon Wan dan Menteri Pertahanan Singapura, Dr Ng Eng Hen di Changi Exhibition Centre, Singapura.

Tahun ini, penyelenggara Singapore Airshow mengklaim lebih dari 1.000 perusahaan dari sekitar 50 negara turut serta. Dari ke-1.000 perusahaan tersebut, 60 di antaranya adalah 100 perusahaan dirgantara paling terkemuka di dunia.

Gelaran Singapore Airshow diselenggarakan pada 16-21 Februari 2016, dan dibuka untuk publik pada akhir pekan 20-21 Februari 2016. Pameran dibagi menjadi beberapa atraksi, seperti static display, aerial display (outdoor), dan booth-booth peserta di dalam ruangan pameran (indoor).

Selain pameran-pameran pesawat dan teknologinya, pihak penyelenggara juga menekankan pada bisnis penerbangan. “Kami memutuskan untuk fokus pada pesawat-pesawat bizjet di pameran kali ini,” kata Leck Chet Lam, Managing Director Singapore Airshow di acar pembukaan.

SINGAPORE AIRSHOW
Bombardier (kiri) dan Gulfstream (kanan) dipamerkan selama pembukaan Singapore Airshow di Changi Exhibition Center, Selasa (16/2/2016). (Foto: REUTERS/Edgar Su)

Menurutnya, jumlah pesawat bizjet alias jet pribadi di kawasan Asia Pasifik telah bertambah dua kali lipat dalam satu dasawarsa terakhir. Dia memprediksi jumlah jet pribadi di Asia Pasifik akan tumbuh sebesar 6% dalam jangka 20 tahun ke depan.

Semua pemain bisnis pesawat Bizjet seperti Bombardier, Cessna, Dassault Falcon, Gulfstream, dan Mitsubishi Regional Jet (MRJ) hadir dalam pameran kali ini.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.