Rusia Bangunkan Sebuah Bomber Tu-22M3 dari Istirahat Panjang

Sebuah bomber jarak jauh dengan kemampuan serangan nuklir, Tu-22M3 Backfire yang telah lama disimpan kini diambil untuk dimasukan dalam misi bersama Angkatan Laut Rusia .

Pesawat seri no 107-01, nomor konstruksi 20107910, dan ditandai dengan Bort Number 70 Red, telah diterbangkan ke pabrik pesawat KAPO (Kazanskoye Aviatsionnoe Proizvodstvennoe Obyedinenie imeni SP Gorbunova) di Kazan untuk perbaikan besar dan modernisasi ke standar Tu-22M3M.

 

Sebagaimana dilaporkan Scramble Magazine Ahad 10 November 2019, pesawat tersebut diambil dari Kamenny Ruchey terletak sekitar 30 kilometer utara Sovetskaya Gavan di bagian timur jauh Rusia.  Ini adalah lapangan  militer Penerbangan Angkatan Laut Rusia  yang telah menjadi rumah bagi Pangkalan Penerbangan Angkatan Laut Port-Arthur Krasnoznamennaya 7062.

 

Divisi Penerbangan Angkatan Laut ke-143, menerbangkan Tu-22M3 dan Resimen Anti-Kapal Selam Jarak Jauh ke-310 terbang dengan Tu-142MR. Menurut beberapa citra satelit yang dibuat selama 2019, ada antara 15 hingga 17 Tu-142MR dan tujuh Tu-22M yang ada di lapangan terbang tersebut. Dengan demikian diperkirakan masih ada enam Backfire yang tersisa.

Rusia meningkatkan beberapa Tu-22M Backfire milik mereka dengan mesin dan senjata baru, yang berpotensi meningkatkan kemampuan pembom ini untuk menyerang kelompok tempur kapal induk Amerika.

Selama Perang Dingin, bomber Backfire Soviet mewakili salah satu ancaman paling serius terhadap kelompok tempur kapal induk Angkatan Laut Amerika.

Tu-22M3M mengalmai peningkatan di hampir setiap bidang kecuali kemampuan siluman. Sebanyak 30 dari 67 Tu-22M3 Rusia akan menerima peningkatan dan memasuki layanan mulai tahun 2021.

Berdasarkan data terbuka upgrade M3M menambah mesin dan senjata baru hingga sangat memperluas jangkauan serangan bomber sayap ayun tersebut.

Tu-22M3M seharusnya memiliki kemampuan terbang yang lebih jauh karena mesin NK-32-02 yang baru sama dengan yang digunakan pada bomber Tu-160M2 baru yang akan meningkatkan jangkauannya sekitar 600 mil .

Daya tahan terbang 3.700 mil, yang secara kasar diterjemahkan menjadi kisaran 1.850 mil (karena harus pulang pergi), dapat memungkinkan Backfire yang ditingkatkan untuk menyerang target di Atlantik tengah.  Dengan senjata baru, Tu-22M3M yang dapat terbang lebih jauh dapat menimbulkan ancaman baru bagi kapal-kapal Amerika dan target lainnya.

Selain rudal serangan darat baru [Kh-101 dan Kh-555], dilaporkan akan ada setidaknya dua rudal berkecepatan hipersonik (nuklir dan konvensional)  dengankemampuan serangan darat dan anti-kapal.

Pada masa lalu Amerika pernah terkecoh dengan kemampuan bomber ini. Pada 1970-an Angkatan Udara Amerika mengasumsikan Tu-22M adalah pembom antarbenua yang mampu menyerang Amerika Serikat dari pangkalan-pangkalan di Rusia dengan jarak lebih dari 4.000 mil, yang berarti pesawat bisa menempuh perjalanan pulang pergi sejauh 8.000 mil. Terbukti asumsi itu salah.

Semua orang berpikir itu setara dengan Rockwell B-1 Angkatan Udara Amerika  dan memiliki jangkauan yang sama sekitar 6.000 mil tanpa pengisian bahan bakar. Tetapi berdasarkan pada data dan fakta Backfire hanya memiliki ruang untuk sekitar 50 ton bahan bakar, sekitar dua pertiga dari apa yang dipikirkan semua orang.

Rusia kemudian mengkonfirmasikan bahwa Backfire bukanlah pembom strategis jarak jauh, tetapi pembom menengah yang misi utamanya adalah melemparkan rudal ke kapal perang Amerika di Atlantik timur.

Facebook Comments