Bisa Jadi F-35A Turki akan Berakhir di Belanda

F-35 Turki

Sebanyak enam jet tempur F-35A yang dipesan Turki tidak bisa dikirim karena sanksi Amerika terkait pembelian senjata ke Rusia. Kini ada kemungkinan jet-jet tempur itu akan beralih ke tangan pembeli yang lain.

Direktur Lockheed Martin, Greg Ulman mengumumkan bahwa enam F-35A Lightning II yang awalnya ditujukan untuk untuk Turki dapat dikirim ke Belanda. Setidaknya empat Lightning II yang jarang digunakan saat ini berada dalam penyimpanan di Luke AFB (AZ). Dua lainnya berada masih ada di tempat kelahiran mereka di Fort Worth (TX) di mana salah satu telah melakukan penerbangan pertama pada 1 Oktober 2019 .

Sebagaimana dilaporkan Scramble Magazine Selasa 5 November 2019, jika pemerintah Belanda setuju maka pesawat akan menjadi bagian dari sembilan pesawat yang dipesan tambahan pada September 2019 sehingga enam dari sembilan ini tidak akan dibangun oleh FACO, Cameri (Italia) dan akan menjadi bekas pesawat THK.

Kemungkinan kedua, pemerintah Belanda dapat memutuskan untuk membeli enam tambahan Lightning II lainnya. Angkatan Udara Kerajaan Belanda pernah meminta 52 pesawat dan desas-desus menunjukkan bahwa hal ini masih menjadi tujuan dan fokusnya.

Pada upacara pengenalan F-35A pertama ke Angkatan Udara Belanda pada 31 Oktober 2019, perintah tambahan enam Lightning II di atas 46 pesawat saat ini tidak dikesampingkan.  Namun demikian, jika pemerintah Belanda menyetujui ini, pengiriman cepat dapat diharapkan.

Tetapi masih ada opsi ketiga  yakni F-35A yang disimpan dapat dikirim kembali ke pengguna pesawat tempur siluman lainnya, seperti Belgia atau Polandia, atau Amerika sendiri untuk mempercepat pengiriman mereka.