Jepang-Amerika Perdalam Diskusi Soal Pengembangan Jet Tempur Pengganti F-2

F-2

Jepang berencana untuk pensiun dari pesawat tempur Mitsubishi F-2 dari awal tahun 2030-an. Kementerian Pertahanan di Tokyo berencana untuk mengganti pesawat melalui proyek pengembangan tempur ‘yang dipimpin Jepang’ yang mungkin melibatkan bantuan asing. Sumber: Angkatan Udara Bela Diri Jepang

Kementerian Pertahanan Jepang dan pemerintah Amerika sedang memperdalam diskusi untuk mendukung program Jepang guna mengembangkan platform untuk menggantikan pesawat tempur Mitsubishi F-2-nya.

Diskusi antara kedua belah pihak sebagaimana dilaporkan Jane Kamis 9 Mei 2019 difokuskan pada teknologi pesawat tempur yang akan ditransfer Amerika ke Jepang untuk mendukung program pesawat tempur generasi berikutnya. Jepang ingin mengambil keputusan soal jet tempur ini dalam waktu dekat.

Pertimbangan utama dalam pembicaraan itu adalah teknologi yang terkait dengan Lockheed Martin F-35, yang baru-baru ini Jepang janjikan untuk pengadaan dalam jumlah besar.

“Kementerian Pertahanan Jepang dan pemerintah Amerika telah melakukan kontak di berbagai tingkat mengenai pengembangan pesawat tempur masa depan untuk menggantikan F-2,” kata seorang juru bicara Kementerian Pertahanan Jepang Jane.

Kementerian Pertahanan mengatakan tidak akan mengungkapkan perincian perundingan bilateral tetapi menekankan bahwa belum ada proposal dari Amerika untuk mengungkapkan informasi kode rahasia tentang F-35 dalam upaya untuk mengamankan status kemitraan pada program tersebut.

Jepang sedang mempertimbangkan beberapa opsi penggantian F-2 termasuk pengembangan bersama dari pesawat baru dengan kontraktor internasional. Selain itu juga produksi berlisensi dari desain asing, pengembangan platform sendiri atau program untuk memutakhirkan dan memperbarui F-2, yang produksi Mitsubishi dan produksinya dihentikan pada 2011.

Juru bicara Kementerian Pertahanan mengatakan keputusan tentang opsi-opsi ini belum diputuskan. Namun, dia juga mengatakan bahwa Kementerian Pertahanan berkomitmen untuk membuat keputusan segera sehingga program pengembangan tempur dapat dimulai “dalam waktu dekat”.

Kementerian Pertahanan Jepang mengharapkan F-2 tetap beroperasi setidaknya selama 15 tahun dan penggantinya harus segera disiapkan sejak sekarang.