Kutukan Maskapai : Pilot Bermasalah Sampai Pesawat “Hilang”

    Ada banyak maskapai di dunia ini yang, seperti manusia, punya kesialan beruntun tanpa henti. Seolah-olah dalam bahasa supranatural, dia dikutuk.

    Nah, Pakistan International Airlines (PIA) barangkali bisa dijadikan contoh maskapai yang “dikutuk”. Belum lama ini, sebuah hotel di Inggris telah memutuskan bahwa mereka tidak akan lagi menyewakan kamar kepada awak kabin PIA, khususnya yang laki-laki.

    Menurut Tribune Express Pakistan , banyak tamu wanita mengeluh kepada hotel bahwa mereka merasa tidak aman berada di sekitar awak kabin laki-laki maskapai itu. Rupanya, para pramugara dan pilot tersebut sering “mengganggu” tamu wanita, termasuk meminta nomor telepon mereka.

    Cuma itu masalah yang mereka hadapi?

    Tentu saja tidak. Pada Mei lalu, seorang pilot PIA dituduh membahayakan nyawa penumpang setelah dia mengundang seorang wanita China untuk menemaninya di kokpit dalam penerbangan dari Tokyo ke Beijing. Seorang wartawan kebetulan menjadi penumpang di penerbangan itu. Wartawan yang bernama Irfan Siddiqui itu kemudian merekam kejadian tersebut. Dalam video dia menanyakan apakah wanita tersebut merupakan teman atau saudara dari sang pilot sehingga diperbolehkan ada di kokpit.

    Lho, memangnya nggak boleh lihat kokpit? Kalau semenit dua menit untuk berfoto tentu saja boleh. Tetapi menurut Siddiqui, wanita tersebut berada di kokpit dengan pilot dan co-pilot selama lebih dari dua jam. Bahkan ada waktu dimana dia sendirian hanya bersama sang pilot.

    Meskipun ilegal bagi orang yang tidak berkepentingan untuk berada dalam kokpit pesawat terbang dalam sebuah penerbangan, menurut juru bicara PIA, satu penumpang di kokpit itu bukan masalah keamanan.

    Masih pada bulan yang sama, seorang pilot tertangkap gambar sedang tidur di kursi penumpang. Dia diduga meninggalkan kokpit pesawat dan menyerahkannya kepada pilot baru yang masih dalam training. Pilot itu tidur selama lebih dari dua jam. Dalam berita yang dimuat The Telegraph, meski pilotnya yang bernama Amir Akhtar Hasymi membantah tuduhan tersebut, dia kemudian diskors pada September. Hashmi adalah mantan presiden Asosiasi Pilot Pesawat Udara Pakistan (PALPA.)

    Tak lama kemudian, seluruh kru kabin di penerbangan berbeda ditahan oleh pihak berwenang Inggris di Bandara Internasional Heathrow. Penahanan itu dilakukan setelah obat-obatan ditemukan di dalam pesawat. Para kru diinterogasi karena dicurigai menyelundupkan narkoba ke negara tersebut dengan menyembunyikannya di panel pesawat terbang.

    Sebelumnya, pada Februari maskapai ini juga mendapat perhatian internasional ketika dua pilot mengizinkan 10 penumpang tambahan naik pesawat menuju Madinah, Arab Saudi dari Karachi, Pakistan. Sepuluh penumpang ektra itu berdiri selama penerbangan tiga jam tersebut. Pilot tersebut juga telah diskors. Persis seperti bus AKAP saja.

    Bulan April, CEO PIA, Bernd Hildenbrand, seorang warga negara Jerman, diskors atas tuduhan korupsi. Dia diduga menyewa pesawat Sri Lanka dengan harga yang di mark up dan menghabiskan uang jutaan milik perusahaan. Hildenbrand sempat menjadi tahanan kota, tapi kemudian bisa kabur dan tidak ditemukan sampai sekarang.

    Di antara kasus yang terkait Hildenbrand adalah penjualan ilegal pesawat A-310 ke museum Jerman. Pesawat yang bernilai sekitar 3,51 juta dolar tersebut, kabarnya disewakan seharga sekitar 50.000. dollar AS. Sayangnya, museum tersebut menyangkal telah menyewa. Kasus ini disebut sebagai kasus aneh dimana sebuah dari jet PIA dinyatakan hilang. Mirip motor yang dicuri dari depan kos-kosan. Tidak ada seorang pun di Pakistan yang tahu apa yang sebenarnya terjadi pada pesawat tersebut.

    Sial betul…