Kursi Jendela, Yang Tanpa Jendela

Kalau Anda memesan kursi di samping jendela pas check in, jangan dikira pasti ada jendela di samping Anda. Belakangan ini, kursi samping jendela semakin banyak yang tidak punya lubang jendela. Dan ini menuai protes oleh banyak penumpang.

Hashtag #wheresmywindow dalam beberapa hari ini populer sekali di twitter. Penyebabnya, makin banyak penumpang yang memesan kursi dekat jendela tapi setelah masuk pesawat mendapati di sampingnya cuma ada dinding tanpa lubang kaca. Padahal di banyak maskapai, untuk duduk di kursi ini, penumpang harus menambah ongkos meski sedikit.

Kenapa bisa ada lebih banyak kursi jendela yang tanpa jendela ini? Tak lain adalah karena maskapai makin memepetkan kursi antar penumpang. Dulu, kursi diatur sedemikian rupa agar penumpang di ujung masing-masing duduk tepat di jendela. Pelan-pelan, maskapai memesan pesawat dengan kursi lebih banyak. Padahal jarak antarjendela relatif sama. Akibatnya, ada dua tiga baris kursi yang tidak pas di samping jendela.

Eh belakangan, maskapai makin rakus dan minta kursi lebih banyak dimasukkan. Dampaknya sudah jelas, deretan kursi menjadi semakin tidak teratur dan tertata dengan lubang jendela. Makin banyak kursi samping jendela yang justru tidak pas di jendela. Juga ada makin banyak jendela justru tepat berada di samping sandaran kursi, atau terlalu ke depan dan bisa juga terlalu ke belakang.

Kok tidak menambah jendela?

Produsen pesawat punya hitung-hitungan sendiri ketika memproduksi sebuah pesawat. Termasuk posisi jendela itu. Seluruh pesawat dibuat sama. Problemnya, begitu pesawat dipesan, maskapai lah yang menentukan seperti apa wajah di dalamnya. Termasuk soal kursi ini. Jadi, produsen pesawat seperti Boeing dan Airbus tidak bisa melakukan apapun soal in.