Aurigny: Bye-Bye London City…

    Aurigny, maskapai kecil yang melayani rute ke wilayah pulau-pulau kecil di sekitar Inggris, mengumumkan bahwa mereka akan mengakhiri penerbangan dari bandara London City. Bukan keputusan yang enak, tapi jauh lebih realistis melihat iklim penerbangan Inggris saat ini.

    Dengan ditutupnya layanan di London, maka Aurigny akan memusatkan layanannya di Gatwick. Aurigny juga berjanji bahwa mereka akan melayani dengan lebih baik di hub yang baru ini, untuk akses ke Guernsey dan konektivitas selanjutnya. Mereka bahkan akan meninjau kembali harga tiket untuk menjadikannya lebih ekonomis. Sungguh pukulan bertubi-tubi yang harus diterima maskapai di tengah persaingan dengan mereka yang mampu menjual tiket dengan murah.

    Aurigny akan mengoperasikan penerbangan terakhirnya ke London City pada 27 Oktober 2017. Mereka tidak bisa lagi melayani rute bersejarah yang sudah dijalani sejak tahun 70-an karena kurangnya penumpang di rute tersebut, dengan lebih dari 50% kursi kosong, meskipun promosi terus digenjot selama dua tahun terakhir. Biaya operasional rute itu juga tinggi, termasuk biaya bandara dan biaya manajemen. Bagi pesawat yang lebih ringan, bandara London City memang rentan terhadap gangguan cuaca, terutama pada saat Guernsey menghadapi kondisi cuaca buruk.

    Mau tidak mau, Aurigny harus berkonsentrasi penuh pada efisiensi rute Gatwick agar maskapai tersebut mampu mempertahankan tarif yang kompetitif. Rute Gatwick adalah layanan utama untuk penumpang dari kawasan Guernsey. Untuk itu, maskapai ini memutuskan berkonsentrasi di rute-rute yang miskin persaingan. Aurigny memang kuat di Guernsey, Alderney dan Southampton.

    “Ini benar-benar kesempatan bagi kami untuk memperbaiki layanan yang kami berikan kepada pelanggan di Bandara Gatwick. Ini adalah salah satu bandara tersibuk di Inggris dan salah satu gerbang utama pulau itu ke Inggris. Kami percaya ini adalah hal yang benar untuk dilakukan.” kata CEO Aurigny, Mark Darby.

    Sementara itu Wakil Presiden Dewan Pengawas Perdagangan Inggris, Charles Parkinson mengatakan bahwa mereka┬ámendukung keputusan untuk menghentikan operasi di London City karena merupakan rute yang terus merugi. “Tentu saja, kita harus menghormati peran maskapai ini sebagai pendukung kegiatan ekonomi dan akan terus memelihara jaringan hubungan yang baik dengan Inggris, termasuk dua layanan yang tersisa ke London Gatwick dan London Stansted. Kami juga puas Aurigny bisa mengakomodasi permintaan pada rute Gatwick dan Stansted-nya,” kata Parkinson.