Amerika Pertimbangkan Jual F-35 ke Taiwan

f35.com

Amerika Serikat sedang mempertimbangkan paket baru penjualan senjata ke Taiwan.  Beberapa sumber yang dekat dengan masalah ini  mengungkapkan penjualan senjata terbaru tersebut akan dilakukan pada awal musim panas ini.

Yang menarik, sebagaimana dilaporkan The Japan News Senin 2 April 2017, penjualan meliputi  jet tempur mutakhir, yang oleh pemerintah Amerika sebelumnya dikatakan tidak mungkin dijual ke Taiwan. Jika keputusan ini benar tentu akan sangat ditentang oleh China.

Kabar ini muncul di tengah rencana pertemuan Presiden AS Donald Trump  dengan Presiden China Xi Jinping di Florida pada hari Kamis dan Jumat nanti. Selama pembicaraan telepon dengan Xi pada bulan Februari, Trump menunjukkan sikap fleksibel pada kebijakan “satu China” .

Selama ini untuk menjaga hubungan baik dengan China, Washington lebih memilih untuk membatasi penjualan senjata ke Taiwan.

Menurut sumber, Gedung Putih akan mulai pembahasan skala penuh penyediaan paket senjata ke Taiwan setelah pertemuan Trump-Xi. Sumber-sumber itu mengatakan diskusi tingkat  antara Washington dan Taipei kemungkinan sudah dilakukan di belakang layar.

Menurut mantan pejabat senior di Departemen Luar Negeri AS yang mengetahui secara baik informasi dari proses musyawarah, mengatakan jet tempur siluman F-35  dan sistem pertahanan rudal paling canggih berada di bawah pertimbangan untuk dijual. Selain itu  Amerika Serikat juga mempertimbangkan kemungkinan menjual varian tercanggih pesawat tempur F-16 ke wilayah yang tetap dianggap oleh China sebagai provinsinya tersebut.

Amerika memang terus berada di belakang Taiwan. Bahkan setelah memutuskan hubungan diplomatik dengan Taiwan pada tahun 1979, pemerintahan AS di masa lalu tetap  menjual senjata untuk tujuan pertahanan ke Taiwan sesuai dengan Taiwan Relations Act, undang-undang AS yang mengatur mempertahankan hubungan komersial dan budaya dengan Taiwan.

Pemerintahan mantan Presiden AS Barack Obama memutuskan untuk menjual senjata sebanyak tiga kali antara 2010 dan 2015, senilai $ 14 miliar. Namun, untuk tidak membuat China marah penjualan itu tidak  jet tempur mutakhir, kapal selam dan kapal perusak Aegis yang selama ini dicari Taiwan.