Oktober, ICAO Audit Standar Keselamatan Penerbangan Indonesia

Demi ICAO, Indonesia Tawarkan Pelatihan, International Civil Aviation Organization

Kementerian Perhubungan mengungkapkan International Civil Aviation Organization akan melakukan terhadap audit standar keselamatan penerbangan Indonesia mulai Oktober 2017 mendatang.Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kemenhub Suprasetyo mengatakan bahwa Universal Safety Oversight Audit Programme (USOAP)-ICAO bakal kembali digelar pada paruh kedua tahun depan.

“Saya sudah ketemu langsung Sekjen ICAO, dan mendapatkan jadwal resminya. Indonesia dijadwalkan untuk diassesment lagi pada Oktober 2017,” katanya di sela-sela peresmian Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta Cengkareng, Selasa (9/8/2016).

Suprasetyo mengakui rencana audit keselamatan penerbangan oleh ICAO tersebut meleset dari jadwal yang diharapkan, yakni Januari 2017. Menurutnya, jadwal audit yang meleset tersebut lebih disebabkan oleh jumlah auditor ICAO yang terbatas.

Kendati demikian, sambungnya, tidak menutup kemungkinan bahwa hasil audit ICAO tersebut akan diterima pada semester I/2017. Asalkan, negara-negara anggota ICAO lainnya memundurkan jadwal audit.
“Bisa saja, hasil assesment itu diberikan lebih cepat, yakni pada Januari 2017. Asalkan ada negara lain yang mengundurkan diri. Nah, itu kan bisa diatur untuk jadwal baru. Tapi yang pasti jadwal resminya itu Oktober 2017,” ujarnya seperti dikutip Antara.

Suprasetyo menambahkan Kemenhub selaku regulator berkomitmen untuk menjaga skor standar keselamatan penerbangan Indonesia saat ini, tetap di atas rata-rata atau passing grade negara anggota ICAO.

Oleh karena itu, dia meminta kepada seluruh para pemangku kepentingan, terutama operator penerbangan untuk tetap konsisten dalam menjalani seluruh peraturan perundang-undangan terkait transportasi udara.

“Diundurnya jadwal itu harus digunakan untuk memperbaiki diri, jangan sampai malah terpuruk. Makanya, saya bilang safety itu tidak hanya tugas regulator, tetapi komitmen dari operator penerbangan juga sangat penting,” tuturnya.

Seperti diketahui, Kemenhub mengklaim bahwa skor standar keselamatan Indonesia sudah berada di level 70, naik dari sebelumnya di level 45, atau di bawah skor rata-rata standar negara-negara anggota ICAO sebesar 60.

Sementara untuk skor standar keamanan penerbangan dari Universal Security Audit Programme (USAP)-ICAO, Indoesia mencatatkan skor memuaskan, yakni 93,6%. Adapun, jadwal audit untuk USAP-ICAO itu dilakukan pada 29 Oktober 2015.

Sementara itu, Ketua Penerbangan Berjadwal Indonesia National Air Carriers Association (INACA) Bayu Sutanto mengatakan bahwa tingkat keselamatan bagi operator penerbangan merupakan prioritas utama.

“Tentunya, kami berkomitmen untuk menerapkan standar keselamatan sebaik mungkin, sesuai dengan standar internasional. Karena bagaimanapun, tingkat safety yang baik, akan berdampak positif bagi industri penerbangan,” katanya.

Dengan demikian, lanjut Bayu, rencana maskapai dalam mengembangkan usahanya akan lebih mudah karena reputasi Indonesia di mata internasional, menjadi lebih baik ketimbang tahun-tahun sebelumnya.

Sekadar informasi, baru-baru ini, standar keselamatan penerbangan Indonesia mendapatkan pengakuan dari otoritas penerbangan internasional, yakni Federation Aviation Administration (FAA), dengan naiknya peringkat menjadi kategori I. (Antara)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.