INSIDEN BATIK AIR DAN TRANSNUSA : Maskapai Dianggap Paling Buruk Sedunia pun 33 Tahun Tidak Mengalami Kecelakaan

    Awak Kabin Air Koryo
    Awak Kabin Air Koryo

    Insiden tabrakan pesawat Batik Air dan Trans Nusa di Bandara Halim Perdana Kusuma mengingatkan betapa human error menjadi satu dari dua hal paling membahayakan penerbangan selain gangguan teknis.

    Membicarakan keamanan penerbangan, maskapai Qantas menduduki peringkat pertama pada 2016. Maskapai negeri tetangga ini adalah yang teraman karena sama sekali tidak mencatat insiden berbahaya.

    Sebaliknya, maskapai yang dinobatkan terburuk pada 2016, Air Koryo lebih fenomenal lagi. sejarah mencatat Air Koryo termasuk salah satu maskapai yang sangat aman. Nyaris tidak ada kecelakaan pesawat terbang dalam tiga puluh tahun terakhir. Kecelakaan terakhir Air Koryo terjadi sekali pada 1983 ketika maskapai itu masih bernama CAAK.

    Artinya, entah itu maskapai rangking satu dunia ataupun maskapai paling buruk sekalipun, faktor keamanan menjadi prioritas utama. Insiden Batik Air dan Trans Nusa tentu harus menjadi pelajaran bagi otoritas penerbangan Indonesia.

    Keamanan penerbangan merupakan yang utama. Keselamatan penumpang adalah nomor satu. Semua diawali dari SDM yang benar benar fokus dan profesional dalam mengerjakan tugasnya.

    Berkaca dari Air Koryo, yang oleh SkyTrax, sebuah perusahaan berbasis di London sepesialis penelitian industri transportasi udara dinyatakan sebagai maskapai terburuk. Namun terbukti maskapai milik pemerintah Korea Utara ini tergolong aman dan tidak pernah mengalami kecelakaan setidaknya sampai saat ini.

    Air Koryo tercatat menempati urutan paling buncit dari 245 maskapai yang dinilai yang dapat berarti paling tidak memuaskan atau paling buruk sedunia. Atas posisi tersebut, Air Koryo telah menyandang predikat tak sedap tersebut selama 4 tahun berturut-turut sejak 2011 lalu.

     

     

     

    LEAVE A REPLY

    Please enter your comment!
    Please enter your name here

    This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.