Pesawat Bertenaga Matahari Solar Impulse 2 Diistirahatkan di Hawaii sampai 20 April

Pesawat bertenaga matahari, Solar Impulse 2, sukses melakukan uji terbang untuk mengecek kerusakan pesawat di Hawaii. Di negara bagian Amerika Serikat yang berada di Samudra Pasifik itu, Solar Impulse 2 akan diistirahatkan (grounded) untuk diperbaiki.

“Penerbangan untuk pemeliharaan pertama dari Solar Impulse 2 berlangsung pada Jumat, 26 Februari dan berjalan lancar. Pesawat tersebut berangkat dari Bandara Kalaeloa dengan pilot penguji kami, Markus Scherdel,” demikian diungkapkan Solar Impulse di blog resmi mereka, Sabtu (27/2/2016).

Uji coba terbang berlangsung satu jam setengah dan dalam ketinggian 8.000 kaki (2.400 meter). Dalam penerbangan itu, sistemj pendingin dan stabilitas pesawat dicek. Keduanya berfungsi secara normal dan bagus.

Solar Impulse 2 telah menyelesaikan hampir setengah dari perjalanan keliling dunia tanpa menggunakan setetes pun bahan bakar. Namun, pesawat itu mengalami kerusakan baterai dalam perjalanan selama lima hari dari Jepang ke Hawaii pada Juli 2015.

Pada 20 Desember, juru bicara Solar Impulse Alexandra Gindroz, kepada AFP, mengatakan setelah mengumpulkan dana untuk menyelesaikan perbaikan dan membiayai fase berikutnya dari operasi penerbangan keliling dunia, pesawat akan siap untuk terbang lagi pada 20 April 2016.

Solar Impulse 2 kali pertama lepas landas dari Uni Emirat Arab (UEA) pada 9 Maret 2015 dengan dukungan 17.000 sel surya. Tujuan penerbangan itu adalah mempromosikan energi terbarukan melalui penerbangan keliling dunia.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.