TODAY HISTORY: Sarang Tawon Sebabkan Tragedi Birgenair 301 di Republik Dominika

TODAY HISTORY: Sarang Tawon Sebabkan Tragedi Birgenair 301 di Republik Dominika

Hari ini beberapa tahun lalu, terdapat sejumlah peristiwa bersejarah yang layak dicatat untuk dunia penerbangan. Berikut rekaman sejarah aviasi yang dihimpun flightzona khusus untuk Anda.

1946

Transcontinental and Western Airlines—TWA—The Trans World Airline, menjadi pesawat yang sukses membawa penumpang pertama kali dalam penerbangan terjadwal lintas Laut Atlantik dari La Guardia Field, New York (LGA) ke Aéroport de Paris-Orly, Paris (ORY), Prancis.

Penerbangan itu menggunakan pesawat Lockheed L-049 Constellation, serial number 2035, NC86511, yang dijuluki Star of Paris, di bawah kendali Kapten Pilot Harold F. Blackburn, Kapten Jack Hermann dan John M. Calder, Navigator M. Chrisman dan Teknisi Penerbangan Art Ruhanen, Ray McBride dan Jack Rouge. Purser Don Shiemwell dan pramugari Schmidt. Mereka melayani 36 penumpang.

Star of Paris lepas landas dari LaGuardia pada 2:21 p.m., EST, 5 Februari. Penerbangan transit sebentar di Gander, Newfoundland (YQX), Shannon, Irlandia (SNN) dan tiba di Orly Field, di 03:5 pada 6 Februari. Total waktu yang dibutuhkan untuk penerbangan lintas atlantik itu 16 jam, 21 menit.

TODAY HISTORY: Sarang Tawon Sebabkan Tragedi Birgenair 301 di Republik Dominika
Gambar dari TWA di Skyliner Magazine, edisi 9 Februari 1961, halaman 4.

 

1996

TODAY HISTORY: Sarang Tawon Sebabkan Tragedi Birgenair 301 di Republik Dominika

Sebuah pesawat Birgenair Penerbangan 301 jatuh tak lama setelah lepas landas dari Puerto Plata Gregorio Luperón International Airport, Republik Dominika. Tidak ada yang selamat dalam kecelakaan itu. Sebanyak 189 orang di pesawat Boeing 757-225 tewas, mayoritas penumpang berkebangsaan Jerman dan sebagian lain Polandia, termasuk 13 kru yang berkebangsaan Turki dan Dominikan.

Detail insiden kecelakaan telah diungkapkan dalam laporan otoritas penerbangan sipil Dominika, Dominican Republic government’s Dirección General de Aeronáutica Civil.

Saat take off pada pukul 11:42 PM waktu setempat, kapten pilot mendapati indikator kecepatan udara (air speed indicator/ASI) tidak bekerja seperti seharusnya. Namun ia memutuskan tetap terbang karena ASI kopilot berfungsi baik.

Ketika pesawat menanjak naik hingga ketinggian 4.700 kaki (1.400 m), indikator ASI milik kapten, menunjukkan angka 350 knots, yang memicu reaksi dari autopilot, yang ternyata mengambil informasi keliru dari ASI rusak yang digunakan oleh sang kapten.

Sistem autopilot secara otomatis meningkatkan pitch-up dan mengurangi daya, untuk menurunkan kecepatan pesawat. Di saat sama, ASI milik kopilot terbaca 200 knot dan terus menurun, sistem peringatan otomatis pesawat memberi peringatan yang memberitahukan bahwa pesawat telah terbang terlalu cepat.

Autopilot telah mencapai batas pemrograman lalu otomatis menghentikan fungsi autonya. Awak memeriksa sekering peringatan lampu dan suara, kemudian kecepatan pesawat diturunkan. Namun tiba-tiba, shaker-stick bergetar memberi peringatan pesawat terbang terlalu lambat. Perubahan mendadak dari sebelumnya yang memperingatkan pesawat terlalu cepat lalu pesawat terlalu lambat itu membingungkan pilot.

Sang kapten kemudian mencoba memulihkan situasi itu dengan meningkatkan daya dorong mesin dengan kekuatan penuh. Namun di saat sama, pesawat itu masih dalam sikap hidung mengarah ke atas, yang berarti bahwa mesin tidak mendapatkan aliran udara cukup untuk meningkatkan daya dorong. Mesin kiri pesawat stall dan pesawat berputar hingga posisi terbalik.

Pada pukul 11:47, suara peringatan Ground Proximity Warning Sistem muncul, dan delapan detik kemudian pesawat itu sudah jatuh ke Laut Karibia.

Dari hasil investigasi, penyebab kecelakaan adalah adanya sarang tawon di satu dari tiga tabung pitot yang digunakan untuk mengukur kecepatan udara (air speed).
Pesawat itu tidak terpakai hampir sebulan dengan kondisi tabung pitot tak diselimuti, hal yang sebenarnya menjadi syarat wajib saat pesawat akan disimpan dalam waktu lama.

Birgenair adalah penerbangan charteran yang dikelola perusahaan Turki yang bermitra dengan Alas Nacionales (“Sayap Nasional”). Pesawat ini melayani rute Puerto Plata di Republik Dominika ke Frankfurt, Jerman, melalui Gander, Kanada, dan Berlin, Jerman.

Facebook Comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.