Pembunuhan, Penyebab Utama Kematian di Udara

    Penyebab terbesar kematian di udara selama 2015 adalah pembunuhan. Sebagaimana penelitian firma keselamatan transportasi udara yang dilansir Daily Mail, sudah dua tahun beruntun pelanggaran hukum merenggut banyak nyawa dalam penerbangan. Sedikitnya 900 orang tewas akibat kesengajaan dalam dua tahun terakhir.
    Sejumlah kecelakaan besar yang masuk dalam kategori “pembunuhan” adalah hilangnya Malaysia Airlines MH370 yang mengangkut 239 orang, Malaysia Airlines MH17 yang ditembak jatuh di perbatasan Rusia-Ukraina, dan tragedi Germanwings yang menewaskan 149 orang saat pilot Andreas Lubitz secara sengaja menabrakkan pesawat yang dia kendalikan.
    Kecelakaan Metrojet di Mesir yang menewaskan 224 orang akibat bom pada 2015 menandakan tragedi penerbangan akibat kesengajaan terus berlanjut.
    “Sementara pesawat terbang tetap paling aman dibandingkan dengan moda transportasi lainnya, upaya untuk membuat penerbangan lebih aman tetap diperlukan,” ujar Adrian Young, konsultan penerbangan senior di To70, perusahaan yang menganalisis tren kecelakaan udara.
    Kepada The Independent, dia mengatakan potensi pelanggaran hukum oleh penumpang pesawat terbang tetap tinggi.
    “Sistem keamanan di banyak bandara masih lemah. Mereka tak cukuop kuat dalam mengendalikan siapa yang bisa masuk dan apa yang mereka bawa,” kata dia.
    Tahun ini, jumlah korban jiwa akibat tragedi Germanwings dan Metrojet mencapai 374. Selain itu, sejumlah kecelakaan di berbagai penjuru dunia menewaskan 109 orang, termasuk dua kecelakaan di Indonesia dan satu di Taiwan.

    LEAVE A REPLY

    Please enter your comment!
    Please enter your name here

    This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.