MedAire: Kalau Sakit Jangan Terbang (2)

Dalam keadaan darurat medis, pilihan awak kabin adalah menolong sendiri atau mencari dokter yang kebetulan menjadi penumpang. Jika begitu memaksa, pilot kadang direkomendasikan untuk mendarat di bandara terdekat. Perusahaan MerAire menyediakan layanan konsultasi via telpon kepada awak kabin, apabila tidak ada penumpang yang berprofesi sebagai dokter. Atau setidaknya mereka benar-benar membutuhkan bantuan konsultasi medis.

Bagaimana prosedur untuk mendapatkan bantuan medis dari MedAire?

Awak di atas pesawat menghubungi spesialis komunikasi MedAire yang menentukan lokasi, tujuan, dan sifat dari situasi medis. Tenaga kesehatan ini sudah terbiasa dengan kode-kode tertentu yang digunakan oleh personil penerbangan dan memfasilitasi komunikasi antara pesawat terbang dan dokter. Seorang dokter MedAire menangani setiap panggilan yang diterima dan dapat membuat sebanyak tiga rekomendasi bagaimana kru sebaiknya menangani insiden medis tersebut.

Jika keadaan darurat medis sangat serius, disarankan penerbangan dialihkan ke lapangan terbang terdekat. Berbagai pertimbangan operasional dilakukan, termasuk situasi keamanan di lapangan, tingkat bantuan medis yang tersedia dan apakah bandara memiliki kemampuan untuk menangani penumpang yang sakit itu. Dalam setiap kasus, keputusan akhir tentang bagaimana kelanjutannya tergantung pada pilot.

 

Terkadang, saran yang ditawarkan oleh dokter dari ruang darurat yang terlatih justru kebalikan dari tindakan yang mungkin dilakukan awak kabin. Dalam kasus pingsan misalnya, penumpang atau awak kabin yang berusaha membantu korban, sering melakukan tindakan yang salah. Alih-alih menjaga agar penumpang tetap duduk tegak, dokter MedAire akan merekomendasikan meletakkan pasien di lorong agar darah lebih efektif beredar ke otak dan mempercepat pemulihan.

Tentu saja, baik MedAire maupun maskapai penerbangan yang berlangganan layanan ini, lebih memilih untuk menghilangkan potensi kejadian medis dalam penerbangan sejak pertama kali terjadi. Karena itulah, mendidik masyarakat tentang bahaya bepergian dengan kondisi medis tertentu merupakan salah satu tujuan utamanya.

Namun, sulit untuk mencegah penumpang tertentu naik ke pesawat apapun kondisinya. Banyak penumpang  terbang masih dengan mambawa tas rumah sakit setelah menjalani operasi. Ibu hamil terkadang membohongi staf penerbangan mengenai tanggal perkiraan lahir mereka sehingga bisa pulang ke rumah untuk melahirkan. Sebuah pesawat terbang, bagaimanapun, bukanlah lingkungan yang steril dan menimbulkan risiko yang luar biasa bagi ibu dan anak. Padahal MedAire selalu menasehati, jika penumpang hamil, apalagi dengan sejarah yang rumit sebaiknya jangan terbang.

Sebagian penumpang yang ditangani MedAire adalah turis medis. Ini adalah orang-orang yang terbang dari negara asal mereka ke tempat-tempat seperti India atau China untuk menerima prosedur medis yang rumit, seperti operasi jantung atau pemasangan alat pacu jantung.

Pada akhirnya, kemungkinan keadaan darurat medis terjadi dalam penerbangan lebih berkaitan dengan kondisi penumpang. Bukan lagi karena terpengaruh dari panjang atau rute penerbangan tertentu. Hingga saat ini, sekitar 136 operator penerbangan terkemuka dunia berlangganan layanan MedAire.