TODAY HISTORY: Pesawat Raksasa Empat Mesin Pertama Dunia Muncul di Rusia

pesawat empat mesin raksasa pertama dunia Ilya Muromets

Hari ini beberapa tahun lalu, terdapat sejumlah peristiwa bersejarah yang layak dicatat untuk dunia penerbangan. Berikut rekaman sejarah aviasi yang dihimpun flightzona khusus untuk Anda.

12 Februari

1914

pesawat empat mesin raksasa pertama dunia Ilya Muromets

Igor Sikorsky menerbangkan pesawat biplane raksasa bermesin empat, Sikorsky Il.11 Ilya Muromets di Rusia. Pesawat ini merupakan versi perbaikan dari tahun sebelumnya Bolshoi Baltiysky.

Sikorsky Il.11 Ilya Muromets merupakan pesawat pra-Perang Dunia I andalan Rusia. Pesawat besar dengan empat mesin ini dirancang untuk keperluan komersial dan pembom militer yang digunakan selama Perang Dunia I oleh Kekaisaran Rusia.

Seri pesawat dinamai Ilya Muromets , pahlawan mitologi Rusia. Sikorsky Ilya Muromets yang disempurnakan pada 1913 merupakan revolusi desain pesawat pada masanya. Ia didesain Sikorsky untuk layanan penerbangan komersial sehingga memiliki fuselage (badan pesawat) yang gemuk. Tak ayal ia memiliki kabin yang luas lengkap dengan kamar kecil di pesawat.

 TODAY HISTORY: Pesawat Raksasa Empat Mesin Pertama Dunia Muncul di Rusia
Replika Sikorsky S-22 Ilya Muromets di Museum Angkatan Udara Rusia di Monino, Rusia.

Selama Perang Dunia I, ia menjadi pesawat bomber empat mesin pertama di dunia yang tak tertandingi pada tahap awal perang. Barat saat itu belum memiliki pesawat secanggih milik Rusia dan baru bisa menyusul teknologi Rusia di akhir-akhir perang. Apalagi, pada 1916-1917, Jerman justru memproduksi besar-besaran Zeppelin-Staaken R.VI untuk keperluan Perang Dunia I yang menjadi kesalahan terbesar Imperium Jerman selama perang tersebut.

Pesawat Ilya Muromets ini dipensiunkan pada 1922 setelah lebih dari sewindu melayani Kekaisaran Rusia di langit.

Selanjutnya: ZRS-5 Jatuh di Pasifik…

1935

USS Macon (ZRS-5) dikawal oleh dua pesawat kecil biplane, Curtiss F9C Sparrowhawk. (U.S. Navy)
USS Macon (ZRS-5) dikawal oleh dua pesawat kecil biplane, Curtiss F9C Sparrowhawk. (U.S. Navy)

Pesawat rigid pengangkut, USS Macon (ZRS-5), jatuh ke Samudera Pasifik di Teluk Monterey, lepas pantai California tengah. pesawat itu tenggelam ke dasar laut, sekitar 457,2 meter di bawah laut. Saat insiden, terdapat awak 76 orang, 74 di antaranya selamat.

USS Macon dibangun Perusahaan Goodyear-Zeppelin , di Akron, Ohio dan diluncurkan pada 21 April 1933, sebelum ditugaskan pada 23 Juni1933.
Pesawat Zeppelin ini memiliki panjang 238,9 meter, dengan diameter bagian paling tebal 40,5 meter.

Memiliki tinggi keseluruhan 44, 6 meter, pesawat ini dibikin dari frame ring duralumin dan girder, dan dibaluti kain fabric. Pesawat ini dilambungkan ke udara dengan gas helium non-flammable.

Memakai enam mesin Maybach VL-2 60° V-12 berpendingin cair dan berbahan bakar gasoline sebagai pendorong. Mesin ini memproduksi daya 560 daya kuda pada 1.400 rpm untuk menjelajah langit. Masing-masing mesin memiliki berat 1,1 ton.

Macon memiliki berat mati 108 ton, sedangkan berat maksimum yang bisa diangkut mencapai 72 ton. Kendati berat, pesawat gas helium ini bisa melaju hingga 140 km per jam.

USS Macon (ZRS-5) dalam proses pengerjaan konstruksi di Goodyear Airdock, Akron, Ohio, 1933. (U.S. Navy)
USS Macon (ZRS-5) dalam proses pengerjaan konstruksi di Goodyear Airdock, Akron, Ohio, 1933. (U.S. Navy)

Saat terjatuh di laut itu, USS Macon sedang mengangkut lima pesawat Curtiss F9C-2 Sparrowhawk di sebuah teluk hangar internal.

Curtiss F9C-2 Sparrowhawk merupakan pesawat biplanes dengan satu mesin sepanjang 6.27 meter dan bentang sayap hanya 7,75 meter dengan tinggi keseluruhan 3,34 meter berat kosong 959 kg.  Pesawat tempur ini memiliki kecepatan maksimal mencapai 283 km per jam, jarak tempuh hingga 475 km dan melangit hingga ketinggian 5,8 km.

Pesawat kecil biplane, Curtiss F9C-2 Sparrowhawk.  (U.S. Navy)
Pesawat kecil biplane, Curtiss F9C-2 Sparrowhawk. (U.S. Navy)

Selama penerbangan lintas benua sebelumnya, USS Macon telah mengalami turbulensi parah saat melintasi pegunungan di Arizona, hingga menimbulkan kerusakan pada salah satu frame pesawat. Perbaikan sementara dilakukan, namun perbaikan permanen ditangguhkan.

Pada 12 Februari 1935, pesawat itu terbang menembus badai di dekat Point Sur, California. Frame rusak pun kian parah, dan sirip vertikal bagian atas hilang diterpa badai.

Potongan balok yang rusak menusuk beberapa sel helium. Dengan hilangnya helium, Macon kehilangan daya apung dan perlahan-lahan jatuh di laut. Proses sejak hilangnya tekanan helium hingga jatuh memakan waktu hingga dua puluh menit.

Dari 76 awak di pesawat kaku itu, salah satu pelaut melompat dari pesawat, tapi justru tewas. Satu lainnya berenang kembali ke ke Macon untuk mengumpulkan barang-barang pribadi namun justru tewas tenggelam. Kru sisanya berhasil diselamatkan kapal penjelajah ringan USS Richmond (CL-9).
USS Macon menjadi pesawat rigid terakhir milik Angkatan Laut AS. Dua dekade selanjutnya, semua pesawat AL AS tak ada lagi yang menggunakan teknologi balon udara.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.